Alasan Pengolahan Ikan dengan Pengalengan

Pengolahan ikan dengan cara mengalengkannya atau dengan kemasan lainnya seperti bandeng presto sebenarnya disebabkan oleh beberapa alasan atau pertimbangan, diantaranya :

1)     untuk menyelamatkan ikan segar yang umumnya pendek umurnya menjadi olahan ikan yang umurnya atau daya simpannya (shelf life) mencapai 1 – 3 tahun dalam kondisi layak untuk dikonsumsi.

2)     untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih besar, sebagaimana diketahui ikan segar yang dipakai sebagai bahan baku usaha pengolahan ikan harganya relatif murah dan bila diolah dengan campuran berbagai bumbu dan saus harganya menjadi berlipat. Nilai tambah itu bisa saja menjadi lebih besar bila ikan kaleng atau ikan olahan dalam kemasan itu dapat diekspor, oleh karena itu tersedianya pasar dimana produk ikan olahan itu dapat dijual sangatlah penting.

3)     dengan makin lamanya olahan ikan dapat disimpan dengan mutu yang baik (umur olahan) dan layak konsumsi, maka ikan kaleng atau ikan olahan dalam kemasan itu dapat dijual atau dipasarkan kemana saja termasuk pasar global.

4)     industri pengalengan ikan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi satu daerah tertentu atau bahkan satu negara kepulauan seperti Indonesia, mengingat hasil perikanan Indonesia merupakan salah satu yang potensial bila dikelola dan diusahakan dengan baik. Sebab dengan beroperasinya pabrik pengalengan ikan misalnya akan dapat memberikan peluang lebih besar pada nelayan kecil untuk menjual hasil tangkapannya (contoh kasus yang sudah terjadi seperti pabrik-pabrik sarden di Muncar (Banyuwangi) dimana seluruh bahan baku yang diperlukan berasal dari hasil tangkapan nelayan setempat), dapat memberikan tambahan pendapatan pada pemda setempat dan mungkin juga peningkatan perolehan devisa bila ada produk ikan kaleng yang berhasil diekspor.

5)     beroperasinya satu jenis industri seperti pabrik pengalengan ikan dengan sendirinya akan memerlukan suplai bahan-bahan pelengkap sehingga dapat dihasilkan produk ikan kaleng itu, dalam hal ini yang jelas diperlukan suplai kaleng kosong yang diperlukan untuk mengemas ikan olahan, demikian juga diperlukan suplai saus tomat/minyak goreng atau brine untuk medium atau cairan pengisi kemasan ikan dalam kaleng dan pabrik saus tomat itu dilain pihak juga akan memerlukan suplai tomat segar dari petani atau pedagang tomat.

Sumber: Dr. R. Moelyanto

Tinggalkan komentar

Filed under Teknologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s