Kaleng Sebagai Bahan Pengemas

Diantara wadah-wadah yang digunakan dalam pengalengan ikan, maka kaleng adalah yang paling banyak digunakan. Kaleng disini adalah wadah yang terbuat dari lembaran baja tipis, yang kedua permukaannya dilapisi timah putih (tin). Lembaran baja itu biasanya disebut “tin plate”. Lapisan timah putih itu bersama-sama dengan lapisan-lapisan timah lain yang ditambahkan kemudian disebut lacquer atau coating yang berfungsi melindungi kaleng dari karat dan akibat lain yang dapat merusak kaleng selama masa penyimpanan. Tutup kaleng dibuat dengan lekukan-lekukan (parit) melingkar yang disebut expansion ring yang berguna untuk mengurangi kemungkinan kerusakan kaleng karena pengembangan pada waktu sterilisasi (Ditjenkan, 1983).

Kaleng harus terbuat dari bahan yang sesuai dengan konstruksi sedemikian rupa sehingga mudah ditutup untuk mencegah masuknya setiap substansi yang bisa manyebabkan kontaminasi.

Persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut;

  1. Permukaan dalam dan luar wadahnya harus tahan terhadap reaksi yang menimbulkan karat selama kondisi penyimpanan, distribusi, dan penjualan;
  2. Kaleng harus mampu melindungi isinya terhadap kontaminasi mikroorganisme dan substansi lainnya;
  3. Permukaan bagian dalam kaleng harus tidak bereaksi dengan isi agar tidak menurunkan mutu isinya maupun merusak wadahnya;
  4. Kaleng harus cukup kuat menahan tekanan mekanis dan panas yang diterima selama proses pengalengan berlangsung;
  5. Kaleng harus mudah dibuka;
  6. Kaleng harus cukup murah yang memungkinkan pemakaiannya untuk menghasilkan produk perikanan yang harganya murah;
  7. Kaleng harus mempunyai bentuk yang menarik, praktis dan sesuai dengan produk yang dikalengkan (tergantung dari jenis produk yang dikalengkan dan mesin pembuat kaleng) (Moelyanto, 1992).

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya proses karat atau perubahan warna (discoloration) pada produk, maka pada lapisan terluar dari permukaan kaleng bagian dalam diberi lacquer dan coating. Khusus untuk olahan ikan digunakan jenis Sulphur Resistant (SR) atau yang disebut   C-enamel (Moelyanto, 1992).

Kaleng yang digunakan akan berbeda menurut grade tertentu berdasarkan komposisi lapisan-lapisannya, cara melapisinya dan faktor-faktor lainnya karena semuanya mempengaruhi daya tahan kaleng tersebut terhadap makanan tertentu (Moelyanto, 1992).

Jenis-jenis kaleng

Menurut Moelyanto (1992) ada 2 jenis kaleng yang umum digunakan dalam pengalengan rajungan yaitu, sebagai berikut:

  1. Jenis kaleng yang terdiri atas tiga bagian kaleng (three piece can), kaleng ini mempunyai ukuran (diameter) yang tidak mempunyai sisi pembatas, mempunyai range yang luas terhadap ketebalan kekerasan dari lembaran timah yang digunakan untuk badan dan tutup kaleng, mempunyai daya perlindungan yang tinggi terhadap isi kaleng, kaleng ini juga tahan dan kuat;
  2. Jenis kaleng yang terdiri atas dua bagian kaleng (two piece can), kaleng ini tidak mempunyai sambungan sisi sehingga terhindar dari kebocoran sisi kaleng, mempunyai daya tahan terhadap tumpukan yang tinggi, tidak terdapat solderan, dapat disablon sehingga mengurangi biaya pelabelan dan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan three piece can.

Ukuran kaleng

Menurut National Food Processors Association Buletin 26-L, 11th Ed., 1976 dalam Winarno (1994), dimensi ukuran kaleng yang banyak digunakan dalam industri yaitu:

Tabel 1.  Dimensi Ukuran Kaleng yang Banyak Digunakan dalam Industri

Dimensi (inci)

Diameter x tinggi

Dimensi (mm)

Diameter x tinggi

202 x 204

202 x 214

211 x 109

211 x 212

211 x 304

211 x 400

300 x 109

300 x 400

300 x 407

301 x 106

301 x 408

303 x 406

303 x 509

307 x 113

307 x 200.2

307 x 306

307 x 400

307 x 409

307 x 510

307 x 512

401 x 411

404 x 307

404 x 700

603 x 405

603 x 408

603 x 700

54,0 x 57,2

54.0 x 73.0

68.3 x 39.7

68.3 x 69.9

68.3 x 82.6

68.3 x 101.6

76.2 x 39.7

76.2 x 101.6

76.2 x 112.7

77.8 x 34.9

77.8 x 114.3

81.0 x 111.1

81.0 x 141.3

87.3 x 46.0

587.3 x 51.2

87.3 x 85.7

87.3 x 101.6

87.3 x 115.9

87.3 x 142.9

87.3 x 146.1

103.2 x 119,1

108.0 x 87.3

108.0 x 177.8

157.2 x 109.5

157.2 x 114.8

157.2 x 177.3

Sumber: F.G. Winarno (1994)

Catatan:  Dimensi 202 x 204 artinya diameter kaleng 2-2/16 inci dengan    tinggi 2-4/16 inci.

Tinggalkan komentar

Filed under Teknologi, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s