Sejahterakan Masyarakat Pesisir, KKP Gandeng Pondok Pesantren

Jakarta, 31/3 (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ‘merangkul’ Pondok Pesantren (PonPes) guna mendorong pencapaian industralisasi kelautan dan perikanan dengan memfokuskan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di sektor KP. Pondok Pesantren merupakan salah satu motor penggerak dalam percepatan pencapaian industralisasi kelautan dan perikanan melalui berbagai kegiatan usaha yang dilakukannya, sehingga mampu menstimulasi (merangsang) masyarakat untuk dapat tumbuh dan berkembang sebagai pusat pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, dalam sambutannya saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, hari ini (31/3).

Lebih lanjut Sharif  mengatakan, dengan ditetapkannya Ponpes Sunan Drajat dan Forum Silaturahmi Pesantren Bahari (FSPB) sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang saat ini jumlahnya sekitar 300 unit di seluruh Indonesia, dapat berperan penting sebagai inisiator dan fasilitator, sedangkan di satu sisi lainnya yakni Pemerintah berperan sebagai regulator. Sebagai tindak lanjut, KKP menyerahkan bantuan dan sertifikat kepada Pimpinan Ponpes, Abdul Ghofur, berupa sertifikat pengukuhan penetapan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) serta bantuan introduksi, instalasi dan pendampingan penerapan IPTEK Pengembangan Model Kawasan Industri Garam Rakyat senilai Rp 400 juta. “Lembaga pelatihan masyarakat yang selanjutnya ditetapkan P2MKP diharapkan dapat dijadikan sebagai inkubator bisnis kelautan dan perikanan, yang berarti terjadi peningkatan kemampuan masyarakat,” sambung Sharif.

Sementara itu, Ketua Umum FSPB, Imam Thoha menyebut bahwa Pesantren Bahari merupakan Ponpes yang letak geografisnya berada tidak jauh dari laut atau yang memiliki kegiatan produksi di bidang kelautan dan perikanan serta melaksanakan pelatihan kelautan dan perikanan, baik formal maupun non formal. Sebanyak 250 Ponpes di seluruh Indonesia saat ini telah tergabung ke dalam FSPB, ujarnya.

Dikatakannya produksi garam di Pondok Pesantren Sunan Drajat yang telah dapat memproduksi garam samudra dengan rancangan alat  pembuat garam yang baik dengan memiliki instalasi pemurnian garam. Oleh sebab itu, teknologi tepat guna terus dikaji untuk dapat berproduksi lebih efisien dan efektif dengan melalui beberapa riset terapan. Selain itu, diserahkan pula kepada Ketua Umum FSPB dan perwakilan santri sebagai peserta pelatihan berupa penyerahan Surat Keputusan FSPB sebagai Pembina P2MKP Pondok Pesantren Bahari dan bantuan Pelatihan perikanan sebanyak 300 paket untuk pesantren bahari senilai Rp1 miliar. Tak hanya itu, bantuan juga diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim,  berupa enam unit kapal perikanan bagi Provinsi Jatim senilai Rp 9 miliar serta kepada perwakilan nelayan berupa kartu nelayan sebanyak 1.878 buah. “Penyediaan sarana dan prasarana nelayan seperti pelabuhan perikanan, kapal, dan sarana penangkapan ikan terus kita tingatkan,” sambung Sharif.

Sementara itu, bagi masyarakat Lamongan, diserahkan juga secara simbolis kepada Bupati Lamongan, berupa bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) perikanan tangkap bagi 16 kelompok untuk senilai Rp 1,6 miliar, kemudian bantuan paket PUMP budidaya 32 paket senilai Rp2,08 miliar, bantuan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) senilai Rp1,417 miliar, bantuan fasilitas sarana air bersih sebanyak tiga unit senilai Rp 3,6 miliar, bantuan pasar ikan satu unit senilai Rp1,05 miliar, peralatan sistem rantai dingin Rp200 juta, beasiswa bagi 33 orang anak pelaku utama senilai Rp600 juta, serta penyelenggaraan penyuluhan perikanan senilai Rp.500 juta.

Atas dasar itulah, KKP akan terus melanjutkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM Mandiri KP), bahkan dengan alokasi anggaran yang lebih besar dan jangkauan kelompok penerima yang lebih banyak. “Ditargetkan pada tahun 2012, sebanyak 9.800 kelompok akan menerima bantuan, ini berarti terdapat peningkatan jumlah kelompok penerima bantuan sebesar 84,49 persen dari tahun 2011.

Sementara itu, pada acara tersebut, Menteri KP juga berkesempatan meninjau Apel Siaga Penyuluh Perikanan dan lomba Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompen capir) Gerakan Nasional Masyarakat Minapolitan (GEMPITA) yang diselenggarakan Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Ia juga mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong untuk meninjau pos penyuluhan. Salah satu kegiatan dalam meningkatkan kompetensi masyarakat yang dilakukan KKP dengan memberikan pelatihan, pendidikan dan penyuluhan, di mana pada tahun 2012 ini jumlah masyarakat yang ditargetkan akan ditingkatkan kompetensinya sampai dengan 18 ribu orang. “Jumlah tersebut tentunya masih jauh memadai dari jumlah pelaku utama yang harus ditingkatkan kualitasnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa, penyelenggaraan penyuluhan tersebut dilakukan untuk pendampingan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pelaku utama yang tersebar di sentra-sentra potensi, sehingga berbagai persoalan yang muncul  dapat segera diselesaikan. Pada tahun 2012 KKP menyiapkan 8 ribu orang tenaga penyuluh yang meningkat sebesar 33,3 persen dibandingkan pada tahun 2011 sebesar 6 ribu orang kemudian pada tahun 2013 ditargetkan akan berjumlah 12 ribu orang dan 15 ribu orang pada tahun 2014.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0818159705)

Sabtu, 31 Maret 2012 12:00 WIB | 1124 Views

Adityawarman

COPYRIGHT © 2012

http://www.antaranews.com/berita/304057/sejahterakan-masyarakat-pesisir-kkp-gandeng-ponpes

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Perikanan, Sosial Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s