KKP Bantu Rp39,8 Miliar untuk Pengelolaan Pesisir dan Laut Bali

Jakarta, InfoPublik – Kementeian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi bantuan kepada masyarakat di Provinsi Bali sebesar Rp39,8 miliar untuk tahun anggaran 2012. Bantuan tersebut  untuk kegiatan pengolahan kawasan pesisir dan laut yang berkelanjutan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo dalam siaran persnya saat membuka Coral Triangle Day di Pantai Kedonganan dan Pantai Samuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Sabtu (9/6), mengatakan dengan total bantuan senilai Rp39,8 miliar, dimana Rp6,7 miliar diperuntukkan kepada Kabupaten Badung. Bantuan yang diberikan meliputi sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan sebesar Rp6,3 miliar, pembangunan perikanan tangkap Rp2 miliar.

Kapal Inka Mina berukuran di atas 30 GT (4 unit), Kartu Nelayan (12.000 kartu), SPDN (Rp 810 juta), PUGAR untuk Kabupaten Karangasem dan Buleleng (Rp2,1 miliar), PUMP-P2HP untuk Kabupaten Karang Asem (Rp750 juta), PUMP-Perikanan Tangkap untuk Kabupaten Jembrana, Tabanan, Karangasem, Buleleng dan Klungkung (Rp15,6 miliar) serta PUMP-Perikanan Budidaya untuk Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Karangasem, Buleleng, Bangli, Denpasar, Gianyar dan Klungkung (Rp8,77 miliar).

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan juga  meresmikan kantor UPT KP3K (BPSPL) dan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN).

Sementara itu, dalam perayaan Coral Triangle Day, Menteri mengatakan Indonesia bersama lima negara anggota Coral Triangle Initiative for Coral Reef, Fisheries and Food Security (CTI – CFF) melalui beberapa pertemuan telah menginisiasi dan mencanangkan CT Day sebagai wujud keseriusan dalam upaya perlindungan laut dunia, terutama dalam pengelolaan pesisir dan ekosistem terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (Coral Triangle).

Sehari setelah momentum peringatan Hari Kelautan Se-Dunia, Jumat (8/6), disepakati sebagai hari penyelamatan terumbu karang.  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama World Wildlife Fund For Nature (WWF) dan sejumlah organisasi mitra, untuk pertama kalinya merayakan CT Day bertajuk The Coral Triangle Day Festival yang dipusatkan di Pantai Kedonganan dan Pantai Samuh, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Selain Indonesia, kelima negara anggota CTI lainnya, yaitu Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon secara serentak  juga turut serta merayakan CT Day tersebut. Sedianya perayaan CT Day ini akan dirangkai dengan sejumlah kegiatan, diantaranya festival pantai, gerakan bersih pantai dan laut (beach and under water clean up), kompetisi memasak hidangan dari bahan seafood yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, seminar kelautan, pemutaran film  dan sebagainya. Sebanyak ribuan orang yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, Kelompok Pemuda Eka Canthi, komunitas Turttle Guard serta komunitas penyelam dipastikan akan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Lebih jauh, Sharif menuturkan bahwa kegiatan ini sejatinya dapat menjadi momentum  penting untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap penyelamatan ekosistem terumbu karang bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan perikanan. “Pelestarian terumbu karang akan mendukung konsep blue economy sebagai paradigma baru pembangunan kelautan dan perikanan,” sambung Sharif.

Sementara  itu, Dirjen KP3K Sudirman Saad menambahkan bahwa KKP melalui program COREMAP-nya terus concern mengupayakan penyelamatan terumbu karang melalui kegiatan pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang di Indonesia terutama di wilayah dengan keanekaragaman terumbu karang yang tinggi termasuk Bali. COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program), atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang, adalah program jangka panjang yang diprakarsai oleh Pemerintah Indonesia dengan tujuan untuk melindungi, merehabilitasi, dan mengelola pemanfaatan secara lestari terumbu karang serta ekosistem terkait di Indonesia, yang pada gilirannya akan menunjang kesejahteraan masyarakat pesisir.Saat ini program COREMAP tersebut telah memasuki Fase III yaitu Tahap Pelembagaan, artinya untuk menetapkan sistem pengelolaan terumbu karang yang andal dan operasional, dengan pelaksanaan terdesentralisasi, dan telah melembaga.

Sebelum adanya program ini survei pendahuluan telah dilakukan oleh para peneliti Indonesia tahun 1984. Dari data yang ada tercatat mencuatkan fakta yang sangat mengkhawatirkan, yang menunjukkan kondisi terumbu karang di Indonesia yang dalam keadaan baik tinggal sekitar 5 %, lumayan 29 %, buruk 25 %, dan sangat buruk 40 %.Sebagai informasi, kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) menjadi tempat perkembangbiakan berbagai spesies perairan di wilayah ini, di Indonesia saja ada 1650 spesies yang bergantung pada terumbu karang. Lokasi ini juga memiliki 75% dari seluruh spesies mangrove atau bakau di seluruh dunia, dan 45% spesies rumput laut. Tak hanya bagi mahluk air, terumbu karang pun menjadi sumber protein bagi manusia lewat ikan-ikan yang tumbuh besar di wilayah ini.

Di Indonesia, sekitar 60% protein nabati diperoleh dari ikan. Artinya, sekitar 120 juta orang bergantung pada pasokan ikan di perairan sebagai sumber pangan mereka. Hal ini belum termasuk menjadi sumber pendapatan sebesar 2.4 juta dollar AS dari bisnis perikanan dan 12 juta dollar AS dari bisnis pariwisata di Asia Tenggara, termasuk Pulau Komodo dan Kepulauan Raja Ampat. Jadi, kehilangan terumbu karang, tak hanya kehilangan ikan sebagai sumber pangan, namun juga kehilangan sebuah rantai kehidupan bagi manusia.(dry)

Sumber: http://www.bipnewsroom.info/?page=news&newsid=23886

Oleh Baheramsyah
Sabtu, 09 Juni 2012 | 16:54

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Perikanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s