Silalat na diduda

Silalat na diduda (masakan daun ubi kayu yang ditumbuk), merupakan salah satu masakan sayuran tradisional (khas Tapanuli Selatan) walaupun ternyata masakan ini dikenal di daerah Toraja. Ini saya tahu ketika pernah bertetangga dengan salah satu anggota masyarakat dari Toraja, suatu ketika kami memasak daun ubi tumbuk di rumah dan mungkin kedengaran suara saat menumbuk ke tetangga. Pada keesokan harinya beliau bertanya (perihal suara menumbuk yang dia dengar) dan kemudian meminjam losung serta indalu kami, dan dia pun memasak daun ubi tumbuk.

Losung; adalah alat tempat menumbuk daun singkong, terbuat dari potongan batang kayu keras kira-kira tingginya 60 cm dengan diameter 25-35 cm. Pada bagian tengah atas dibuat lubang tempat menumbuk dengan kedalaman lobang sekitar 20-25 cm. Biasanya alat ini digunakan untuk menumbuk sayur daun singkong, akan tetapi kadang-kadang digunakan juga untuk menumbuk beras menjadi tepung.

Indalu; adalah alu/alat untuk menumbuk daun singkong. Biasanya terbuat dari kayu keras dengan panjang sekitar 120-150 cm dengan diameter sekitar 7-8 cm (biasanya bagian tengah dibuat lebh kecil sehinggamudah digenggam saat menumbuk.

Bahan-bahan yang digunakan;

  • 2 ikan daun ubi kayu (khusus dari jenis yang digunakan untuk sayur/bukan yang diambil ubinya akan tetapi daunnya)
  • 1 butir kelapa ukuran sedang
  • 5 siung bawang merah
  • 20 biji rimbang (tekokak)
  • 3 potong harias (bagian tengah batang asom siala yang masih muda)
  • ikan sale (lele asap atau ikan sale lelan atau jenis lainnya)
  • garam secukupnya

Cara membuatnya;

  1. kelapa diparut dan diambil santannya (kira-kira 3 mangkok)
  2. daun ubi kayu di siangi (dipisahkan dari rantingnya), kemudian ditumbuk dan ditambahkan harias, rimbang dan bawang merah. Tumbuk hingga ukuran dimensi potongannya sekitar 3-5mm
  3. santan dipanaskan sambil diaduk, saat mendidih masukkan daun ubi yang telah ditumbuk sambil diaduk
  4. masukkan ikan sale (sebelumnya telah panggang sebentar untuk mendapatkan aroma yang khas)
  5. tambahkan garam secukupnya
  6. daun ubi tumbuk siap dihidangkan

Nah, silahkan mencoba.

Tinggalkan komentar

Filed under Seni Budaya, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s